September 17, 2006

makan siang terindah...

malu...teriris rasanya hati ini...

Jamal715Mingu itu, aku makan siang di rumah halati ku (adiknya mama), bersama dengan sepupu-sepupu ku. ada Salsabila (3thn) dan Firyal (5thn). uuhh rindunya aku sama mereka. satu bulan tak berjumpa. dan mereka pun sepertinya rindu sekali padaku. mereka minta jalan-jalan. kasian juga. mamanya repot, jadi gak bisa ajak mereka jalan-jalan.. tapi, aku pun belum sempat untuk mengajaknya jalan-jalan.

Oh iya lanjutkan ttg makan siang, ketika aku akan menyendok nasi ke dalam mulutku, tiba-tiba aku dengar "Bismillahirrahmanirrahim...", hhmm, kulirik, Salsabila sedang mengangkat kedua tangannya dan berdoa, aku taruh sendokku lalu aku ikut berdoa "Allahumma bariiklana...". Aku berkilah, oh iya, lupa berdoa. Padahal, sekarang-sekarang ini aku sudah mulai jarang berdoa. aku malu...Ya Allah karuniakan padaku anak-anak yang soleha seperti mereka...Dan jadikan akupun soleha dengan selalu berdoa dalam segala hal...Amiin...

Saat itu, menjadi makan siang terindah dalam hidupku...

                            

July 21, 2006

Cerita tentang masa lalu…

Semua orang memiliki waktu yang dulu, yang telah berlalu, dengan segala sikap dan prilaku. Yah, ada yang baik menurutnya dan juga ada yang jika diingat, hal itu memalukan dan merasa betapa bodohnya. Ibu produserku kemarin dulu (sepulang syuting) bilang tentang anak nakal, tentang orang baik, tentang penjahat, sampai tentang ustad. Hehe. Sampai pada satu kata yang selalu kuingat sampai sekarang. “Gw seneng sama orang yang ‘bekas bandel’”, ibu produser berkata. Menurutku, ya gak salah, karena pada dasarnya manusia ditakdirkan memiliki potensi nakal, yah berdosa lah. Syukurlah kalau sudah lewat masanya, dan sekarang pasti tidak akan melakukannya kembali (depend on the person, pastinya). Terus si ibu-prod juga pernah bilang ttg ‘nakal-nya telat’. Terbukti kok, dari orang dekatku ada yang begitu. Dulunya baik, sekarang minta ampyyuuunn deh. Nah, maunya sih, kita bisa baik sepanjang usia. Tapi dosa, ya pasti ada. Jika kita bersama orang yang pernah berbuat kesalahan dan ia telah berbenah diri, kita harus mengandalkannya untuk menjadi petunjuk menghindar diri dari kesalahan yang mutlak.

Berlindung kepada Allah, untuk segera menegur kita dengan cara sebaik-baiknya dari kesalahan yang akan dilakukan. Semoga kita terhindar dari segala dosa besar…

Oya, mau minta maaf sama teman² yang pernah tersinggung dan tersakiti karena mulut yang sering tidak terkontrol ini. Nah, ini dia nih salah satu ke-nakal-an ku yang telat. Dulu aku sama sekali diam di kantor, tidak banyak bicara, dan tidak pernah sekalipun ikut² untuk ngatain orang. Nah, sekarang aku yang paling parah kalo udah ngecengin orang. Dan balasannya, dimanapun aku berada, selalu menjadi bulan-bulanan deh. Setiap kata dan sikapku selalu ditangkis dengan ceng-ceng-an. Huuuhh… tapi pastinya, aku akan mencoba tidak sakit hati, karena aku tahu inilah yang akan mewarnai hariku, yang akan masuk dalam satu bab sejarah hidupku…

July 18, 2006

post untuk eneng

neng inge, terimakasih untuk dukungannya. terimakasih ya neng untuk segala cara berfikir positif dalam segala hal. oya neng, minta maafnya kalo gw banyak bikin nyebelin dan kecewa. oya lagi neng, post ini hanya sekadar susunan kata. tapi, bukan basa-basi belaka. ini benar ungkapan hati si tetangga. karena malu jika langsung bicara...

neng, kapan beli martabak keju lagi...? hehe... udah lama ya gak dapet gratisan?

July 10, 2006

cuma meminta...

pantas saja, belakangan ini aku merasa lemah tak berdaya, sudah lama aku tak meminta kekuatan dari Sang Maha Daya...

pantas saja, belakangan ini aku tidak bisa apa-apa, sudah lama tak kusiram dgn air mata meminta...

hmm...sudah pernah membuktikan bahwa kita ini memang tidak bisa apa-apa, kecuali hanya Allah yang melakukannya. di setiap apapun yang saya dapatkan, benar-benar saya sadari tidak karena diri ini. mmm...dibilang kebetulan atau keberuntungan, ya tidak sepenuhnya. yang saya tahu ya, cuma apa yang digerakan dan ditujukan oleh Allah. pasrah? bukan itu maksudnya? merasa tidak bisa apa-apa? ya, memang itulah manusia. semua cuma jalan cerita dari script writer terbaik di semesta. ya Tuhan kita.

apa yang ada pada kita. dengan mudahnya bisa diminta lagi oleh-Nya. pasti tentunya, apa yang tidak kita punya, bisa kita minta pada-Nya. setuju? walau tidak bisa cepat. nah, semua ada prosesnya. waktu, yang biasa kita bilang wait and see. (ah bener gak sie?)

benar deh sepertinya. semua kita jangan pernah lupa untuk meminta. serahkan saja semuanya. yakin deh... soalnya, saya baru saja membaca "Ketenangan. itulah buah ketergantungan kita pada Allah. Keberanian. Itulah buah selanjutnya"

teringat kembali kata dari sang kekasih, merasa lemah adalah awal dari kekuatan yang sebenarnya, karena dengan merasa lemah, kita akan bergantung kepada Sang Pencipta.

jadi, kita manusia. maunya apa? caranya?

ingat saja...kita ini kadang lupa kuncinya. ketika sudah tidak bisa, mendesak, atau kepepet istilahnya. baru mau minta. padahal, ini kuncinya, setiap langkah dan waktu yang diberi-Nya, sebenarnya kita dalam kondisi kepepet itu maksudnya.

sekali lagi, maksudnya, bukan berarti tidak andalkan usaha. tapi, ini lagi...

usaha manusia itu prasyarat, hasilnya tinggal menunggu rahmat. Artinya? kamu tahulah...

tambahan, hati ini adalah segalanya...hari ini dan selanjutnya kuletakkan, hanya untuk-Nya...

Yuuk sama-sama...

June 12, 2006

potensi atau arti diri???

saat saat ini aku sedang merasa tidak punya potensi. Atau sering juga merasa diri ini tidak berarti.
nah nah... tapi padahal juga tak tahu sbenarnya mau seberarti apa diri ini.
mmm...begini loh maksudnya. Aku bekerja rasanya hanya sebagai kuli. Padahal aku ingin juga menggunakan yg tersimpan dalam diri ini. nah nah... tapi aku sendiri gak tahu apa ya??
nah itulah yg terjadi... bingung sendiri...
sudah sudah deh...begini saja... tunggu apa yg terjadi... mencoba menggali....

eehhh tapi juga.. aku sebenarnya ingin bertanya, apa ada orang yang mengharapkan dan mengandalkanku saat ini. keluarga? atau siapa? sebenarnya aku ingin bertanya itu apa? coba dong ya jangan diam saja. hanya takut ada yg kecewa....
ya begini saja...tulisan ini sekadar tumpahan dari jiwa yg sedang sedikit gundah...
pokoknya sekarang jalani saja kali ya... dan bismillah...

May 15, 2006

Cedar ... Sepenggal Cinta Buat Nafisah

mmm..really a such great story.. this is from my sista in

Pontianak

Sepenggal Cinta Buat Nafisah

Cedar,040404                     

Dari: Syailendra

Aku tak tau apakah kertas ini

kan

segera kukirim kepadamu ataukah kutunggu hingga setitik keberanian muncul dihatiku, lalu ku letakkan diatas sekeranjang cinta yang telah kusiapkan untukmu. Aku hanya berusaha merajut kembali kisah kita seribu tahun lalu, saat dimana kepedihan terlalu manis tuk dilupakan. Narayan, tempat kita bertemu pertama kali. Kau bertanya, "Penyair, apakah kau seorang pencinta palsu atau pencinta sejati?" "Aku tak tau. Tapi akulah pencinta yang gila. Dalam kegilaan cintaku, aku menemukan kebebasan yg tiada tara indahnya. Aku bahagia menjadi pencinta yg gila, yg diasingkan oleh mereka, dipuja sekaligus di nista".
"Oh pujangga, ajari aku cinta yg gila", pintamu "sungguh, tak ada kebahagiaan yg paling berkilau di muka bumi ini kecuali menemukan untaian mutiara dibalik sayap-sayap cinta yg penuh misteri & teramat jauh dari angan-angan logika". Aku terdiam. Kau membisu. Dan waktu berlalu tanpa memberi tahu.
"Nafisah, apa yang kau inginkan dalam hidupmu?", "Aku ingin menjadi orang yg tamak. Ketamakan adalah obat paling mujarab untuk membunuh kemalasan. Jadilah orang yg rakus. Raih impianmu! kesempatan emas hanya datang sekali dalam hidup. Karenanya, jangan menunggu terlalu lama hingga ia memudar menjadi perak."

"Ubahlah setiap ancaman yg datang menjadi sebuah peluang emas. Jangan pernah merasa matang, teruslah bertumbuh. Jika kau merasa telah berada di puncak, maka saat itulah kau takkan bisa kemana-mana. Hidup ini seperti perlombaan tikus. Siapa yg cerdas ia akan berhasil keluar lebih dulu sebelum yg lain sempat menyadarinya. Bukankah begitu, Pujangga?" Aku merenung. Dia tersenyum. Senja temaram mentertawai keluguanku.
"Apa arti cinta bagimu, Pujangga?", tanyanya memecah kesunyian malam. "Cinta yg agung duduk di tempat yg terlindung dalam dadaku. Itulah cinta yg indah yg dengannya aku merubah kesedihan menjadi kegembiraan. Dan aku rela berkorban demi orang yg kucintai.", " Naf, siapa yg paling kau cintai di dunia ini?" (aku berharap itu aku). "Tentu saja orang-orang miskin. Kau tau penyair, di negeri ini mereka selalu dijadikan mata pencaharian bagi LSM yg berteriak atas nama mereka. Mereka dijadikan komoditas ekspor pemerintahku dengan mengirimnya sebagai budak di negeri orang demi menghasilkan devisa negara. Mereka di eksploitasi di jalanan, di pabrik, di rumah bordil, dll.".
"Mereka menjadi objek kekerasan. Banyak yang terpaksa menjadi pencuri karena nasinya dicuri. Kekerasan itu sengaja diciptakan oleh negara. Dan tanpa mereka, tak kan pernah ada orang kaya. Merekalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka orang-orang yg mulia. Aku mencintai mereka."
Aku hening sejenak. Kata-katanya meresap di otakku. Lalu dia bertanya, "Sejak kapan kau menjadi seorang penyair?", pikiranku menerawang. Jauh.
"Dulu aku ingin menguasai dunia dengan kekayaanku. Dan aku mati-matian
mengejarnya. Setelah kaya, semua orang mengerubungiku laksana semut mengincar gula. Aku memiliki segalanya, cinta, teman, kesenangan. Tapi ketika hartaku pergi, yg lain berlalu dariku. Kini aku sadar, uang hanya bisa membeli kawan,bukan sahabat. Ia dapat membeli kesenangan, tidak kebahagiaan. Dan tak pernah ada cinta sejati di dunia ini. Lalu kuputuskan tuk merubah hidupku. Aku berkelana ke seluruh negri tuk mencari cinta sejatiku".
"Sudahkah kau temukan?", "Belum. Tapi akan segera kutemukan. Akan kuberikan sepenggal cintaku yg lebih murni dari berlian yg berkilau. Aku berharap ia mau menerimaku".
"Hm, aku sedikit beruntung. Aku telah menemukan cintaku. Dialah kekasih sukmaku. Cinta itu harus saling memberi & menerima, bukan saling menuntut! Aku beruntung memilikinya. Dialah cinta sejatiku". Aku terhentak. Sakit. Sedih. Mati.
Itulah pertemuan terakhirku dengannya sebelum meninggalkan Narayan. Kini hariku sepi, malamku sunyi tak bertepi. Hanya rembulan malam yg setia menemani kesedihanku.

Oh, biarlah kan kujaga agar rembulan itu tetap bersinar di hatiku. Walau kutahu, tanganku tak mampu menggapai sang rembulan.

Buat : Nafisah,
Penuh Cinta

kantor

aku capek di kantor

bersiap diri...

ALLAH, saat ini aku menangis…

Menangis sambil meringis…

Merasa memiliki nasib yang tragis…

Tragis sungguh dan saat ini aku merasa tak manis…

ALLAH, aku ingin bertemu dengan-Mu

Dan menceritakan semuanya

Tapi, kalau aku bertemu, apa Engkau mau melihatku?

Lihat aku, karena aku kesepian dan merasa hanya punya Engkau

Duhai Yang Maha Kuat juga Besar…

Beri aku sedikit saja kekuatan untuk bersabar

Untuk menerima lalu mencari jalan keluar

Jalan keluar agar perkara ini cepat kelar!!

Duhai Yang Maha Kasih…

Kasihani aku dan aku berterima kasih…

Sungguh tak kuharap apapun dari orang² di sini…

Pokoknya aku percaya janji

Janji dari Sang Maha Kasih…

ALLAH,  lemah ini menjadi pangkal penyerahan diriku

Dan mengharap kemampuan dahsyat dari-Mu

Selama ini kami memang tidak mampu

Tidak mampu dan apapun hanya karena-Mu

Terima diri dan kepasrahan ini Duhai Sang Maha Suci…

Sekarang aku akan mempersiapkan diri

Bersiap diri …

Bersiap diri …

Bersiap diri …

Dan aku permisi…

Kuhentikan tangis ini…

Tangis ini berhenti sampai disini

Terus meletakan Diri-Mu di hati…

14 Mei 2006 12:38:58

May 13, 2006

Lu’ uwatun Nafisah fi naili Saadatil Abadiyah

Seseorang merindukan apa sesuatu apa yang hilang dalam dirinya (pinjem statement dari sebuah cerpen)
Itu yang terjadi ama vi….


Kepada seorang yang pernah isi hari-hari vi….mengenalkan hakikat kebenaran.. menggambarkan kebahagiaan hakiki….yang Allah tunjuk membantu vi melihat dan menuju ajaran leluhur hingga Baginda SAW…
Yang mengajarkan arti cinta….
Kepada teman sekaligus guru bagiku…

Man sakan wusythal galby….
Musytaq haqqan ilaika ya sayyidi…


Cinta… Munajat… Sabar…Syukur
Lu’ uwatun Nafisah fi naili Saadatil Abadiyah

Monday, March 21, 2005

my Aba my Hero...

tadi siang, ada satu pelajaran bermakna. dan lebih kufahami. di saat beberapa hari ini dalam keadaan membingungkan karena satu hal. ada satu hal pula yang akhirnya memberikan kesejukan dan kesenangan...
Aba, lebih dari 21 tahun aba bekerja seperti ini...baru....kurasakan bekerja bersama aba full day di tokonya...biasanya cuma setengah hari...karena beberapa hari ini aba gak ada hadam...akupun harus menjadi hadamnya....hehe...
banyak nilai dan arti selama kuperhatikan aba di tokonya...
aku tahu pasti aba penuh lelah...capek bangettt....tapi...., dia hebat!!! setelah pulang ke rumah, tidak sedikit pun capeknya terlihat! tatapannya selalu penuh cinta dan bahagia...
aba, apa kesenangan pribadi yang didambanya? tidak pernah dia pergi bersenang bersama orang lain bahkan teman, kecuali berbahagia bersama kami...
aneh...dia bilang, kesenangannya hanya melihat anak-anaknya...
aneh...dia rela tanpa pamrih bercapek-capek selama itu...tidak untuk memuaskan kepentingan dirinya...aku yakin, karena ikhlasnya, dan yang dicari tidak sekadar materi...
aba, malu...aku belum bisa beri bahagia...tapi...terimakasih untuk cinta...karena itu bahagiaku...untuk selamanya...

aba, terimakasih untuk pelajaran bekerja keras...
aku harus bisa bekerja keras pula untuk cucu cicit aba kelak....
aba...tetap jadi motivator diri ini...
aba...ajarkan terus untuk selalu berfikir positif...
aba...ajarkan terus untuk jalani hidup ini apa adanya...
karena aba...kau selalu ajarkanku jujur...tanpa dusta... (JUJUR ITU MUJUR...thats ur keywords)
aba...terimakasih untuk segalanya...
karena aba...you are my aba, you are my hero

Tuesday, March 29, 2005